Menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) pada bisnis dagang cukup sederhana: harga beli ditambah ongkos kirim. Namun pada industri pabrikasi (manufaktur), perhitungannya jauh lebih kompleks karena melibatkan konversi bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, penyusutan mesin, hingga bahan pembantu.
Bahaya Kesalahan Estimasi HPP Pabrik
Jika HPP dihitung terlalu rendah, perusahaan akan menjual produk di bawah biaya riil (menjual rugi tanpa disadari). Sebaliknya, jika HPP terlalu tinggi, harga jual produk menjadi tidak kompetitif di pasar.
Alur 5 Langkah Modul Manufaktur di Accurate 5 Enterprise
1. Penyusunan Bill of Materials (BOM / Formula Produk)
BOM adalah resep standar untuk memproduksi satu satuan barang jadi. Tentukan persis berapa gram bahan baku utama, berapa ml bahan pembantu, dan berapa menit alokasi jam kerja standar yang dibutuhkan.
2. Surat Perintah Kerja (Work Order)
Ketika bagian perencanaan produksi (PPIC) menjadwalkan proses manufaktur, Work Order diterbitkan di Accurate untuk mengunci kuantitas yang ditargetkan dan mengestimasi kebutuhan bahan baku.
3. Pengeluaran Bahan Baku (Material Release)
Bagian gudang mengeluarkan bahan baku sesuai Work Order. Pada titik ini, Accurate secara otomatis memindahkan nilai bahan baku dari akun Persediaan Bahan Baku ke akun Barang Dalam Proses (Work In Progress / WIP).
4. Alokasi Biaya Tenaga Kerja & Biaya Overhead Pabrik (BOP)
Melalui fitur Cost Distribution di Accurate, biaya listrik pabrik, gaji operator produksi, dan biaya bahan bakar dialokasikan secara proporsional ke produk yang sedang diproses.
5. Penyelesaian Barang Jadi (Product Finish)
Ketika barang selesai diproduksi dan lolos QC, form Product Finish dibuat. Nilai total yang terkumpul di akun WIP dipindahkan menjadi nilai Persediaan Barang Jadi dengan harga pokok per unit yang presisi 100%.